Jadi Korban Penculikan, Devie Trauma Gunakan FB

Jadi Korban Penculikan, Devie Trauma Gunakan FB
Posted on April 16, 2011 by Situs islam: http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.google.com , http://www.yahoo.com

BANDUNG – Devie Permatasari (13), siswi SMPN 28 yang hilang diculik Tofik Hidayat alias Reno Tofik, teman facebooknya, mengaku trauma menggunakan facebook. Ia mengaku tidak mau menggunakan kembali situs jejaring sosial Facebook tersebut.

Devie bahkan mengimbau para remaja seusianya agar tidak tergiur ajakan pria yang baru dikenalnya via facebook.

“Saya berharap agar kejadian serupa tidak menimpa remaja lainnya. Hal ini akan merugikan diri kita,” kata Devie di Mapolsektabes Lengkong, Kamis (21/10/2010).

Pertemuan antara Devie dan kedua orang tuanya, Siti Aisyah-Usdi sempat membuat Kapolsektabes Lengkong AKP Philemon Ginting terenyuh.

Sementara itu, Siti Aisyah (43) ibunda Devie mengaku senang, dengan kepulangan kembali putri keduanya.

“Kami bersyukur putri kami bisa pulang dengan selamat. Ke depan, kita akan mengawasi lebih ketat,” ujar Siti Aisyah.

Devie Permatasari (13) seorang siswi Kelas 2 SMPN 28 Jalan Solontongan Bandung hilang sejak 5 Oktober lalu. Diduga, putri kedua pasangan Usdi Ruswandi (52) – Siti Aisyah (43) diculik teman lelakinya yang baru dikenal di Facebook.

Setelah selama 15 hari menghilang, Devie ditemukan di kawasan Subang, Rabu 20 Oktober malam.

(teb)

http://news.okezone.com/read/2010/10/21/340/384981/jadi-korban-penculikan-devie-trauma-gunakan-fb

Filed under: – – – – artikel voa-islam.com | Komentar Dimatikan
Nenek Tunanetra Itu Ditolak Panti Wreda
Posted on April 16, 2011 by Situs islam: http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.google.com , http://www.yahoo.com

DEMAK – Kondisi Tarsiyam, nenek tunanetra dan lumpuh semakin memprihatinkan. Upaya warga untuk meminta Panti Wreda Sultan Fatah, milik Pemerintah Kabupaten Demak, merawat Tarsiyam, ditolak dengan alasan keterbatasan daya tampung.

Selain alasan daya tampung yang sudah melebihi batas, Tarsiyam dinilai tidak dapat melakukan aktivitas sendiri, sehingga harus selalu dibantu.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Demak, Agus Nugroho, mengatakan panti memiliki keterbatasan, tidak hanya tempat, tapi juga jumlah perawat.

“Dari kapasitas yang semestinya hanya 25 orang kini dipaksakan hingga 35 orang jompo. Padahal untuk merawat 35 orang Pemkab Demak hanya memiliki dua perawat dan satu kepala panti,” beber Agus.

Akhirnya, pada Senin 7 Maret lalu, Tarsiyam dibawa ke Panti Wreda Pucang Gading, Semarang.

Nenek 60 tahun lebih ini tinggal sebatang kara dalam kandang ayam dan menggantungkan hidupnya dari pemberian warga.

Dalam kandang bambu berukuran sekira 2 kali 3 meter milik Parti, warga Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, ini Tarsiyam menghabiskan waktunya sehari-hari.

Dia sebatang kara karena tak memiliki sanak saudara lagi. Dia tinggal di bekas kandang itu semenjak suaminya meninggal belasan tahun lalu. Penderitaan Tarsiyem semakin bertambah setelah mengalami gangguan pengelihatan dan lumpuh, bahkan kini dia tidak dapat melihat sama sekali.

Selain itu, kedua kakinya juga lumpuh sehingga tidak pernah beranjak dari tempat tidurnya, yaitu ranjang bambu yang beralas tikar dan bantal dari karung beras. (ton)

(Taufik Budi/SUN TV/hri)

http://news.okezone.com/read/2011/03/08/340/432637/nenek-tunanetra-itu-ditolak-panti-wreda

Filed under: – – – – artikel voa-islam.com | Komentar Dimatikan
Kakek Renta Ini Tetap Setia Meski Istri Stroke
Posted on April 16, 2011 by Situs islam: http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.google.com , http://www.yahoo.com

Senin, 21 Maret 2011 20:01 wib
Sarmin (kiri) dan Mukmini di rumah mereka. (Dok: Sun TV)
Sarmin (kiri) dan Mukmini di rumah mereka. (Dok: Sun TV)

DEMAK – Kesetian pasangan usia senja di Demak, Jawa Tengah, ini layak dicontoh. Sang Kakek yang sudah pikun dengan setia merawat istrinya yang lumpuh akibat stroke.

Ketiadaan biaya mengakibatkan sang istri hanya dirawat sekadarnya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, mereka hanya menggunakan air bekas hujan yang ditampung di blumbang atau kolam. Nahasnya kolam itu pun milik tetangga.

Di blumbang milik tetangga tersebut, Sarmin (62) mengambil air untuk keperluan sehari-hari. Dengan tubuh bongkoknya, Sarmin harus bolak balik mengambil sedikitnya 10 ember air setiap hari.

Warga Dukuh Kebondalem, Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam ini tidak memiliki pilihan lain. Pasalnya, tidak ada sumber air lain yang lebih dekat. Dia juga tidak berlangganan air PDAM karena tidak memiliki biaya.

Kendati hidup penuh keterbatasan, lelaki renta ini tetap setia kepada istrinya, Mukmini (60).

Kesetiaan Sarmin semakin terlihat sejak Mukmini lumpuh 3 tahun terakhir. Sarmin merawat istrinya dengan sepenuh hati. Tak hanya mengurusi Mukmini, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga dilakoni Sarmin, seperti memasak dan mencuci.

Dengan sabar Sarmin menyuapi istrinya setiap kali makan atau memandikannya setiap bangun pagi dan menjelang malam.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sarmin mengandalkan imbalan dari orang lain yang menyuruhnya bekerja. Biasanya dia mendapat uang Rp15 ribu sebagai upah untuk bersih-bersih atau sebagai buruh tani.

Bila sedang mujur dia bisa mendapat Rp50 ribu. Namun jika kurang beruntung, tak serupiah pun dibawa pulang karena tak satu pun yang menggunakan jasanya.

Sunah, salah seorang tetangga, menceritakan usia lanjut telah membuat Sarmin pikun. Bahkan saat pulang bekerja untuk menyuapi istrinya makan siang, Sarmin kerap lupa kembali ke tempatnya bekerja.

Tak hanya itu, jika berada di tempatnya bekerja dia pernah lupa untuk pulang menyuapi Mukmini. Kendati sering lupa, namun kesetian Sarmin terhadap istrinya perlu menjadi panutan.

Selain lumpuh, Mukmini juga kesulitan mengucapkan kata-kata sehingga komunikasi lebih banyak mereka lakukan dengan bahasa tubuh. Pasangan ini, kata Sunah, juga tidak pernah cek-cok meski tidak dikaruniai satu pun anak.

(Taufik Budi/SUN TV/ton)

Filed under: – – – – artikel voa-islam.com | Komentar Dimatikan
Diusir Anak, Nenek Ini Tinggal di Gubug Reyot
Posted on April 16, 2011 by Situs islam: http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.google.com , http://www.yahoo.com

DEMAK- Malang benar nasib Mainah. Nenek renta berusia 75 tahun itu terpaksa tinggal sebatang kara di gubug yang nyaris roboh.

Mainah sudah menempati gubug yang terletak di RT 02/01, Desa Babat, Kecamatan Kebon Agung, Demak, Jawa Tengah, itu sejak 20 tahun lalu.

Gubug seukuran 2 x 3 meter itu didirikan warga karena merasa iba dengan kondisinya. Pasalnya, sejak diusir sang anak Mainah sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.

Sehari-hari dia lebih banyak menunggu kiriman makanan dari tetangga. Tungku di gubugnya sangat jarang digunakan karena tidak ada bahan untuk dimasak.

Bahkan untuk mencari air di sungai, Mainah harus bolak-balik melewati jalan bebatuan yang licin. Tubuh bongkoknya berjalan hanya ditopang tongkat bambu di tangan kanan.

Dalam kondisi jalan licin dan naik turun itu, Mainah harus melangkah hati-hati agar tidak terpeleset. Ditambah, tangan kirinya harus membawa beban satu ember air.

Perjuangan berat untuk mendapatkan air tidak hanya dilakukannya sekali. Dalam sehari, Mainah harus tiga kali bolak-balik ke sungai yang jaraknya 300 meter dari gubugnya.

Tak hanya itu, ranjang tempat istirahatnya juga jauh dari kesan nyaman. Mainah hanya berbaring di bale bambu beralaskan terpal plastik. Tak jarang dia merasa sakit pada tulang belakangnya.

Namun tak sekali pun kekurangan-kekurangan itu menjadi alasan untuk lemah. Tak ada keluhan terlontar dari bibirnya saat dikunjungi Rabu kemarin. Mainah malah justru mengucapkan syukur atas kebaikan para tetangga sehingga kehidupannya terus berlanjut.

Hanya, Mainah mengaku merasa kecewa terhadap anak semata wayangnya, Kustinah. Sampai saat ini Kustinah yang sudah memiliki 10 anak dan empat cucu, tidak pernah memberi perhatian apalagi bantuan.

Mainah mengaku, satu-satunya pelipur lara adalah dengan mengaji. Setiap hari dia selalu menyempatkan melantunkan beberapa ayat Alquran yang sudah dihafalnya sejak lama.

(Taufik Budi/SUN TV/ton)

http://news.okezone.com/read/2011/03/31/340/441026/diusir-anak-nenek-ini-tinggal-di-gubug-reyot

Filed under: – – – – artikel voa-islam.com | Komentar Dimatikan
Astaga, Kakek Terpaksa Tinggal Bersama Puluhan Tikus
Posted on April 16, 2011 by Situs islam: http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.google.com , http://www.yahoo.com

DEMAK- Seorang kakek di Demak, Jawa Tengah, selama puluhan tahun terpaksa tinggal dalam gubug reyot yang juga menjadi sarang tikus.

Kondisi ini tentu sebuah ironi dan bertolak belakang dengan sebagian wakil rakyat yang ngotot tetap membangun ‘rumah’ baru senilai Rp1 triliun lebih.

Sumadi, warga Desa Waru, Kecamatan Mranggen, sudah mendiami gubug reyot itu selama lebih dari 20 tahun. Lelaki yang sebulan lalu menderita kelumpuhan tangan kanan ini, tinggal sendiri. Dua anaknya telah tinggal di tempat lain dan jarang sekali menjenguknya.

Gubug terbuat dari papan kayu itu juga jauh dari kesan nyaman untuk menghabiskan masa tua Sumadi. Bahkan, lebih tepat gubugnya disebut sebagai gudang. Pasalnya, gubug itu juga dijadikan tempat untuk menitipkan alat-alat pertanian, sehingga bertambah kumuh.

Setiap hujan, atap serta dinding yang rapuh tak mampu menahan air sehingga masuk ke dalam gubug.

Udara yang lembab juga membuat gubug tersebut menjadi tempat tinggal nyaman bagi puluhan tikus. Tikus-tikus itu membuat rumah sendiri berbentuk gundukan tanah. Untuk penerangan, Mbah Sumadi hanya bergantung dari lampu minyak tanah berukuran kecil.

Sementara untuk makan sehari-hari, Sumadi biasanya berkeliling meminta belas kasih tetangga. Karena itulah dia juga akrab dipanggil Mbah ‘Bincok’ atau ‘Numpang’.

Namun, sejak sebulan terakhir, Sumadi sudah tidak meminta lagi. Tubuh rentanya sudah tak mampu lagi untuk digerakkan berjalan jauh.

Di usianya yang menginjak hampir 90 tahun, Sumadi lebih banyak berpuasa. Maklum, sesekali tetangga terlambat atau bahkan lupa mengirim makanan.

Selain mengalami kelumpuhan, Sumadi juga susah diajak berkomunikasi karena fungsi pendengarannya telah menurun.

Saat disambangi ke gubugnya, Kamis (14/4/2011), Sumadi dengan suara rentanya mengaku tidak mengetahui jika suara yang dia berikan pada pemilu 2009 lalu turut andil dalam memilih wakilnya di DPR.

Sumadi memang tidak mengetahui dan memedulikan rencana pembagunan gedung baru DPR. Namun setidaknya ada perhatian dari para wakil rakyat untuk orang-orang seperti Sumadi.

(Taufik Budi/SUN TV/ton)

http://news.okezone.com/read/2011/04/14/340/446088/astaga-kakek-terpaksa-tinggal-bersama-puluhan-tikus

Filed under: – – – – artikel voa-islam.com | Komentar Dimatikan
Diculik Teman FB, Devie Ngaku Seperti Dihipnotis
Posted on April 16, 2011 by Situs islam: http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.google.com , http://www.yahoo.com

Kamis, 21 Oktober 2010 12:01 wib

BANDUNG – Devie Permatasari (13), siswi SMPN 28 yang hilang sejak 5 Oktober lalu mengaku lega bisa pulang setelah 15 hari hilang. Selama pergi bersama pria yang dikenalnya dari Facebook, Devie mengaku seperti dihipnotis.

“Saya ikut dengan Kak Reno karena sudah janjian mau jalan-jalan. Pas masuk mobil, saya seperti tidak ingat apa-apa,” kata Devie saat ditemui wartawan di Mapolsektabes Lengkong, Kamis (21/10/2010).

Menurut Devie, di mobil hanya ada mereka berdua (Devie dan Tofik). Awalnya, kata dia, mereka hendak pergi ke Lembang. Namun tidak jadi dan terus berangkat ke Ciater.

“Saya sempat dibawa ke rumah orang tuanya di Pagaden. Dia bilang, kalau ada yang nanya, saya pacarnya,” kata Devie.

Devie mengaku menjual giwang dan HP miliknya untuk biaya jalan-jalan. Kedua barang miliknya tersebut, kata Devie, akan diganti jika Reno sudah memiliki uang.

“Saya menjual giwang dan HP untuk biaya jalan-jalan. Karena saat itu, posisi kak Reno (Tofik) sedang tidak punya uang. Tapi nanti diganti,” kata Devie yang mengaku diiming-imingi.

Devie Permatasari (13) seorang siswi Kelas 2 SMPN 28 Jalan Solontongan Bandung hilang sejak 5 Oktober lalu. Diduga, putri kedua pasangan Usdi Ruswandi (52) – Siti Aisyah (43) diculik teman lelakinya yang baru dikenal di Facebook.

http://news.okezone.com/read/2010/10/21/340/384838/diculik-teman-fb-devie-ngaku-seperti-dihipnotis

About sesungguhnya pacaran dan musik itu haram hukumnya ( www.jauhilahmusik.wordpress.com , www.pacaranituharam.wordpress.com )

pops_intansay@yahoo.co.id
This entry was posted in untold story. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s